Tata Bunyi Bahasa Sunda
Oke, langsung saja kita mempelajari tata bunyi bahasa Sunda terlebih
dahulu. Karena saya memang hobinya belajar bahasa, dan setiap kali
belajar bahasa selalu seperti ini urutannya: tata bunyi, ungkapan dasar,
kosakata dasar, tata bahasa. Dan yang paling simpel, yang akan kita
pelajari adalah tata bunyi bahasa Sunda.
Bahasa Sunda, pada umumnya, ditulis menggunakan tulisan latin walaupun memiliki aksara tradisional, yang semoga saja bisa kita bahas nanti. Sekarang, kita bahas saja langsung tata bunyi bahasa Sunda.
A. Vokal
Bahasa Sunda, pada umumnya, ditulis menggunakan tulisan latin walaupun memiliki aksara tradisional, yang semoga saja bisa kita bahas nanti. Sekarang, kita bahas saja langsung tata bunyi bahasa Sunda.
A. Vokal
Vokal dalam bahasa sunda ada tujuh. Wow! Lebih dua daripada vokal bahasa Indonesia. Ketujuh vokal tersebut adalah a, e, é, eu, i, o, dan u.
/a/ diucapkan seperti dalam kata /ayah/ (contoh: abdi=saya)
/e/ diucapkan seperti dalam kata /enam/ (contoh; rewog=rakus)
/é/ diucapkan seperti dalam kata /enak/ (contoh; éling=sadar)
/eu/ (lambang fonetis: /ɤ/) mirip dengan /e/ namun mulut lebih terbuka, atau mengucapkan /e/ dengan bentuk bibir sedang mengucapkan /é/ (contoh: euweuh=tidak ada)
/i/ diucapkan seperti dalam kata /ikan/ (contoh: ieu:ini)
/o/ diucapkan seperti dalam kata /orang/ (contoh: obor=obor)
/u/ diucapkan seperti dalam kata /utang/ (contoh: mulih=pulang)

